23 Jan 2012

Indra,, hidupmu menginspirasi

Beberapa hari lalu ketika masuk waktu maghrib, saya baru pulang dari kampus karena ada rapat untuk acara universal 2012. Sampai di depan gedung C saya bertemu penjual gorengan, Indra namanya. Sebenarnya dia sudah lama berjualan di sekitar kampus, tapi saya baru kali ini mengajaknya ngobrol. Dalam sapaan awal, saya mengajaknya ke Masjid Baitul Maal untuk shalat. "Solat yuk, udah maghrib". Saya kira dia menolak karena memang jarak dari kampus ke MBM lumayan jauh dan gorengannya masih banyak, tetapi justru tanpa berpikir panjang dia menjawab "ayok..". wah, hebat juga nih anak, padahal jualannya masih banyak tapi mau istirahat untuk salat.

Sepanjang perjalanan kami mengobrol banyak, mungkin lebih tepatnya "tanya-jawab" karena sepanjang jalan saya yang banyak bertanya kepadanya. . . hhe

Saya : namanya siapa?
indra ; Indra, kak.
(saya baru tahu kalau dia cadel, sulit menyebutkan R dengan jelas. Sempat juga saya memintanya mengulang menyebut namanya)

9 Jan 2012

Berbagi manfaat itu menyenangkan :)

Banyak orang yang membenci senin karena setelah libur 2 hari mereka kembali disibukkan dengan segudang pekerjaan yang mungkin menumpuk akibat belum terselesaikan. Buat saya, entah itu senin atau hari lain, selalu saya tekankan dari mulai pagi hari bahwa "hari ini akan menyenangkan !". Dengan begitu setidaknya saya bisa selalu berfikir posotif atas apa yang terjadi.

Dan senin ini saya merasa senang karena seharian bisa memanfaatkan waktu, tentunya menjadi pelajaran juga untuk kedepannya. Hari ini saya hanya kuliah pagi, jam 8. Tapi jam 7 harus sudah berangkat karena ada rapat dengan teman-teman depsos membahas paket tahun baru khusus cleaning service dan satpam yang bekerja di STAN. Tidak banyak yang baru pada pembagian paket dari tahun-tahun sebelumnya, hanya saja tahun ini kami berencana membuat testimoni dari beberapa Mahasiswa STAN mengenai kemanfaatan mereka. Kami juga berencana membuat film dokumenter dari pengakuan beberapa pegawai sekretariat, presma, dan juga mahasiswa. Jadi intinya semua itu untuk mengungkapkan rasa terima kasih kami kepada mereka yang sudah sangat membantu menjaga keamanan dan kebersihan kampus.

Sepulang kuliah, jam 10, saya istirahat di kamar sampai jam 11. Setelah itu ke BEM untuk piket. Pekan ini depsos kebagian piket hari senin. Tidak banyak yang datang ke BEM siang itu, mungkin karena baru hari pertama kuliah lagi setelah liburan akhir tahun. Jam setengah dua mulai banyak yang datang, jadi saya putuskan untuk pulang karena jam 3 berencana ikut mangajar di Sahabat Bumi. Sedikit info, sahabat bumi itu wadah yang didirikan oleh seseorang (kak oshin namanya) untuk mendidik anak-anak lapak yang sehari-harinya memulung disekitar daerah bintaro. Saat ini mereka sudah mendapat ijin resmi membuat PAUD dan pernah mendapat bantuan dari pemerintah. 

7 Jan 2012

Naluri Ke-kakek-an

Seperti biasa, setiap sabtu kami sekeluarga mengunjungi saudara yang tidak jauh dari rumah. Tujuannya menjemput beliau untuk kemudian kami pergi ke saudara yang rumahnya pun tidak jauh dari rumah. Ribet ya? :D. Jadi rumah saya dan saudara-saudara saya saling berdekatan, sehingga setiap sabtu kami rutin berkumpul. Dimulai dari keluarga saya yang membawa mobil menjemput saudara tertua, sekitar lima belas menit perjalanan untuk sampai disana. Setelah itu baru kami sama-sama berkunjung ke saudara satu lagi dan membutuhkan waktu sepuluh menit dari rumah tadi untuk sampai ke tujuan.

Sampai di rumah saudara tertua, saya pencet bel rumahnya. Tidak lama kemudian keluar seorang anak kecil, umurnya sekitar 1 tahun. Yang membuka pintu tetap ibunya, tapi dia yang pertama keluar, biasalaah anak kecil,,hehe. Namanya azima, memakai baju merah marun, celana panjang, rambut ikal pendek, cukup menggemaskan menurut saya. Bapak saya langsung menyambutnya dengan senang, menggendongnya, dan berkeliling di sekitar rumah. Awalnya azima kecil menangis, tapi dengan sedikit candaan, dia langsung diam. Sempat mau di bawa jalan-jalan dengan mobil (bukan di culik yaa :)), tapi azima kecil tidak mau, menangis mencari ummi-nya, Bapak saya urung membawanya jalan-jalan. 

Akhirnya Bapak saya hanya menggendongnya di dalam rumah sambil sedikit bercanda-canda. Ah, azima memang menggemaskan, dia tidak nangis selama Bapak saya menggendongnya. Tidak lama, nenek azima-yang akan kami ajak mengunjungi saudara satunya-keluar dari kamar dan siap pergi. Beliau memberikan 2 lembar uang seratus ribu ke Bapak saya. Entah dalam rangka apa, yang jelas azima nangis mau uang itu. Neneknya memberikannya selembar dua ribu, lalu si anak diam kembali. haha,,memang menggemaskan. Tidak lama kemudian, Abi si anak itu keluar dan azima kecil menangis ingin di gendong Abi-nya.