6 Jun 2011

IT'S IN ME !

kalau baca judul nya, mungkin kita akan langsung teringat pada salah satu iklan produk air mineral, sebut saja *Q**.. Saya sangat tertarik dengan slogan iklan ini, karena menurut saya kata-kata tersebut memiliki makna yang dalam. oh, saya jadi teringat satu kejadian sewaktu di kampung halaman, Cirebon. Sebenarnya banyak yang bisa saya bagikan selama liburan kemarin, tapi malam ini saya akan menceritakan yang ini saja..:)


Jadi begini ceritanya..


hari itu hari kamis kalau saya tidak salah ingat. Saya dan 3 orang teman hari itu memutuskan untuk nonton bareng di salah satu Mall yang ada di Cirebon. Maklumlah, sudah lama kami tak bertemu. Sampai saya lupa kapan kami terakhir berkumpul, yang jelas kami saya bersyukur masih bisa menyempatkan berkumpul meski sekarang kami kuliah di tempat yang berbeda-beda. Kembali ke topik.. Kami memutuskan menonton film


terbaru kang Deddy yang judulnya menurut saya agak nyeleneh, nama film nya K E N T U T. Dalam film tersebut digambarkan bagaimana pentingnya k*nt*t setelah melakukan operasi. Dan dalam satu kesempatan promo filmnya, kang Deddy berkata "k*nt*t pun bisa dijadikan pelajaran untuk kita ikhlas. Gak ada kan orang yang setelah k*nt*t lalu merasa kehilangan?haha..". yah, seperti itulah khas beliau, kelakar yang mengandung hikmah.sepulang dari nonton, saya agak terburu-buru dan meninggalkan yang lain karena di rumah sudah di tunggu oleh 2 orang (sok penting), seorang Bapak dan anaknya. Kata Ibu saya, keduanya sudah ada di rumah, dan pada saat itu di rumah tidak ada siapa-siapa. Bapak itu teman Ibu saya di kantornya, hari itu dia datang bersama anaknya, ingin bertemu saya untuk menanyakan perihal bimbel STAN, pendaftarannya, dan lain-lain. Dari Mall itu saya memacu kendaraan sedikit lebih cepat agar keduanya tidak menunggu terlalu lama. 


Sesampai saya di rumah, ternyata belum ada siapa-siapa. "Kurang komunikasi, mereka masih di suatu tempat", jawab ibu ketika saya telpon dan menanyakan dimana posisi keduanya. Oke, saya menunggu di depan rumah. Ketika itu saya ingat, sewaktu pergi saya tidak membawa kunci rumah sehingga harus menunggu Ibu yang sedang keluar. Sekitar 20 menit saya menunggu di depan gerbang rumah duduk di motor dan sendirian. Ketika saya sudah mulai malas menunggu, tidak sengaja saya melihat-lihat kunci motor. Dan ternyata disitu ada kunci rumah, lengkap dengan kunci gerbangnya  !. Lha, tadi itu saya sedang menunggu apa? 

Seperti itulah kejadiannya..mungkin terlihat konyol di baca. Sudah hampir 2 hari saya menggunakan motor itu tapi tidak menyadari ada kunci rumah disitu. Apakah pernah terjadi padamu? mungki iya, mungkin juga tidak..Terkadang (atau bahkan seringnya) kita kurang menyadari potensi yang ada dalam diri. Kita lebih memilih mengeluh, berkata tidak bisa, bahkan pesimis. Setelah kejadian itu, saya berpikir "Sepertinya setiap orang itu punya potensi dengan porsi masing-masing, tak perlu harus sama dengan yang lain. Yang penting bermanfaat untuk diri dan orang-orang sekitar. Dan itu yang saya lupakan selama ini".
Apa kita sudah menyadari potensi kita? Sudahkah kita manfaatkan semaksimal mungkin? Lalu, buat apa kita menunggu??


IT'S IN ME !!!

3 Jun 2011

Hikmah di tanggal tua

Bagaimana kabar mu malam ini, kawan ? nampaknya lelah sekali..
sini, duduk lah bersama ku sambil menikmati berita malam sekitar kita. Semoga kita tetap ingat akan nikmat Nya..



aku punya cerita untukmu, cerita yang aku alami pekan kemarin. Kau mau dengar? oke, akan ku ceritakan sekarang agar kau tak penasaran.
kisah ku ini terjadi satu pekan lalu, tepatnya 29 Mei. Ya, tanggal seperti itu memang tanggal sangat "kritis" buat ku sebagai mahasiswa. Maklumlah, anak kos..hehe. oh iya, sekedar mengingatkan saja biar kita lebih akrab. Saat ini aku kuliah di Semarang, U***P smester enam jurusan matematika. Nah, disitu lah kejadian yang akan aku ceritakan padamu.



Hari itu hari minggu, pukul tujuh lewat malam kalau aku tidak salah ingat. Seperti biasa, malam itu sudah waktunya aku makan malam. "Ah, sekali-kali mencoba nasi goreng seafood yang ada di dekat kos ku", pikirku malam itu. Maka pergilah aku ke tempat mangkalnya, Mang Udin namanya. Beliau biasa berdagang ditemani istrinya yang ikut membantu membungkus atau menyiapkan di piring kalau-kalau ingin makan disitu. Tapi, sebelum memesan nasi goreng aku sempatkan mampir ke warnet dekat-dekat situ, ya sekedar cari-cari info dan referensi tugas, atau apalah. Sekitar satu jam aku berada di bilik berukuran 1,5 x 1,5m dan akhirnya aku memutuskan meninggalkan tempat tersebut, karena semua yang ku cari sudah aku dapat. 


Dengan berjalan melewati beberapa rumah dan toko-toko, sampailah aku di tempat Mang Udin. Santai sekali malam itu, aku mengenakan celana 3/4, kaos oblong, dan sandal jepit tipis yang sudah bertahan hampir satu tahun. Di saku celana ada uang sepuluh ribu dan beberapa uang receh kembalian di warnet tadi. Di saku belakang ada dompet berisi uang 150ribu dan kartu-kartu penting. Ketika tiba di warung, aku langsung menemui Mang Udin dan memesan nasi goreng. "Mang, nasi goreng seafood nya satu bungkus ya", kataku.


Sambil menunggu, aku membuka henpon nokia jadul yang setia menemaniku bertahun-tahun. Ku buka inbox dan ku baca sms dari teman-teman ku, siapa tau ada pesan yang bisa menghiburku malam ini. ah, ketemu ! begini isi pesannya " Orang yang berkata jujur akan mendapatkan tiga hal : KEPERCAYAAN, CINTA , dan RASA HORMAT". sangat menyentuh kata-kata sahabat Ali bin Abi Thalib itu. Tak lama kemudian, "Mas, pesanannya sudah selesai. Sepuluh ribu aja", Mang Udin memanggilku. Oke, sambil bergaya, ku ambil dompet di saku belakang dan ku keluarkan uang 50ribu. "ini Mang uangnya",kataku. "ada uang pas aja, mas?" Beliau menjawab. "Ga ada Mang". Dengan terpaksa beliau mengambil uangku dan berusaha mencari kembalian dari lacinya. "Nih mas kembaliannya 40ribu", katanya. "Ok.. Makasih ya". Setelah menerima kembalian aku berlalu dari warung tersebut dan langsung menuju kos.


Sesampainya di depan kamar, aku mengambil kunci yang ku gabungkan dengan kembalian nasi goreng tadi. Sebenarnya perasaan ku sudah agak berbeda saat itu, aku merasa di kantong tersebut sudah tidak apa-apa lagi. Tapi sudahlah, mungkin hanya firasat saja pikirku. Benar saja, setelah menaruh bungkusan nasi goreng di meja, aku memeriksa saku celana. Tapi apa yang aku cari ternyata tidak ada !. Ya, uang 40ribu tadi ternyata tidak ada. Yang tersisa hanya uang 10ribu dan uang receh yang ada di saku sebelah. Aku panik memeriksa di semua saku celana sampai berulang-ulang. Panik ku lebih karena ini tanggal tua, dan sudah tidak ada lagi uang di ATM. Tak lama kemudian, aku mendapat pesan singkat dari teman ku yang biasa aku berlangganan mengisi pulsa," boy, besok kau bisa bayar utang 50ribu kan? aku sedang butuh untuk keperluanku". Aku jawab dengan sedikit kesal "kalau minggu depan bisa? aku ada rencana mau ke luar kota, mengunjungi kawan ku disana besok rabu". jawabku. "Bagaimana ya? aku pun butuh, uang bulanan ku sudah habis". Oke lah kalau begitu, aku balas pesan itu dengan menyanggupi membayar besok. "Makasih ya, maaf sebelumnya", katanya.


belum sempat ku makan nasi goreng yang aku beli, aku kembali menyusuri jalan yang tadi kulalui untuk mencari 40ribu yang hilang. Tidak ada. Ya sudahlah, aku pasrah malam itu. Ku mulai memakan nasi goreng yang sudah dingin, dan selera makanku sudah hilang. Kalau di hitung-hitung, uang ku hanya tersisa sekitar 60ribu. "ah, cukuplah untuk ongkos ke C*r*b*n mengunjungi kawanku selama 4 hari Rabu nanti. Semoga saja orang tua besok atau paling tidak hari kamis sudah mengirim jatah bulananku, sehingga aku tidak perlu meminjam pada kawanku disana.


besoknya, pada hari senin aku berangkat kuliah. Tidak ada kuliah hari itu, karena memang sedang dalam masa tenang setelah ujian. Hanya sekedar berjumpa kawan dan mengobrol saja disana. Sekitar pukul sembilan, teman yang menagih utang malam tadi datang dan langsung bergabung dengan kami. "nih uang nya, 50ribu", kataku. "tidak usah, nanti saja..hehe". Entah apa yang membuatnya berubah pikirannya. Aku pun tak ambil pusing, berarti uang ku lebih dari cukup untuk ongkos besok lusa. Dan sesuai rencana, Rabu pagi aku mulai perjalanan menuju c*r*b*n menaiki bis. Alhamdulillah aku sampai dengan selamat dan bertemu mereka.
_________________________________________________________________________________


bagaimana kawan setelah mendengar kisah ku? bisa kau dapat hikmah nya?
ya, apapun yang terjadi kita harus bersikap jujur. Saat itu bisa saja aku mengeluarkan 10ribu dan Mang Udin tidak perlu susah payah mencari uang kembalian untukku. Tapi saat itu aku butuh uang pecahan agar mudah ku gunakan kalau-kalau ada perlu membeli sesuatu yang harganya murah. Entah karma atau memang takdir, ternyata uang 40ribu justru hilang. Dan entah bertepatan atau tidak, pesan singkat yang berisi kata-kata sakti dari sahabat Ali bin Abi Thalib yang ku baca di sela menunggu itu sangat mengena dengan kejadianku malam itu.


Wah, panjang juga ternyata aku bercerita. Maaf kawan kalau kau merasa bosan, aku ingin berbagi dengan mu agar kau bisa belajar dari kisah ku ini. Selamat malam dan semoga bermanfaat, kawan :)
oh iya, hampir lupa. Aku belum Shalat Isya;..hehe
mau berjama'ah dengan ku?

30 Mei 2011

kumpulan SMS (4)

Bila lelah menyapa dirimu, pejamkan mata dan bayangkan ASMA' BINTI ABI BAKAR yg sedang memanjat tebing saat berjihad. Bila ujian hidup membuat my menangis, pelajarilah ketabahan 'AISYAH istri FIR'AUN. Bila celaan menyapa dirimu, hadirkanlah kesabaran "MARYAM putri IMRON. Bila putus asa membuat mu menyerah, bayangkan lah HAJAR yg berlari dari bukit shafa dan marwah. Mereka ahnyalah manusia biasa seperti kita, namun cinta pada Rabb nya yg membuat mereka sabar, tabah, dan kuat. Mari belajar seperti mereka !.

Tataplah cermin terdekat, disitu berdiri orang yg paling bertanggung jawab atas dirimu. Hidup ini hanya sekali, detik ini tak akan terulang lagi. Maka berbuatlah sesuatu sekarang juga, karena penyesalan selalu datang di akhir.

Betapa banyak syahwat yg dilampiaskan hanya beberapa detik mewariskan kedukaan yg sangat lama. Lalu memberikan kehinaan dan kepapaan. Tetap istiqomah dalam kebaikan !.


Rasulullah SAW bersaba : Diantara do'a Nabi Daud AS ialah "ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu cintaMu dan cinta orang-orang yg mencintaiMu dan aku memohon kepadaMu perbuatan yg dapat mengantarku kepada cintaMu. Jadikanlah cintaMu lebih ku cintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin". dan bila Rasulullah SAW mengingat Nabi Daud AS, beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah (HR Tirmidzi)

Sungguh hati itu sebenarnya tersiksa dan sakit karena kemaksiatan dan syahwat yg dituruti oleh pemiliknya. Rasa sakit dan ketersiksaan hati karena dosa sama dengan rasa sakit yg dialami tubuh. Hanya saja bila rasa sakit tubuh bisa diobati dengan ragam obat, sedangkan dosa-dosa yg menyebabkan hati sakit penawarnya hanya MENINGGALKAN DOSA.

Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40hari. Kemudian menjadi 'alaqah, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan 4 kata, dan dikatakan padanya : Rezeki (jodoh, anak, dan lain-lain),  Ajal, Amal, dan Apakah dia sengsara atau bahagia. (HR Bukhari)

Kalau kita merenungi : Mungkin kita sering bertanya
#Kenapa saya di uji? jawabnya surat al-'ankabut ayat 2-3
#Kenapa saya tak mendapat apa yang saya inginkan? jawabnya surat al-baqarah ayat 216
#Kenapa ujian yang saya hadapi seberat ini? jawabnya surat al-baqarah ayat 286
#frustasi? jawabnya surat ali-imran ayat 139
#Merasa tidak dapat bertahan lagi? jawabnya az-zumar ayat 53
bagaimana menjalani hidup ini? jawabnya ali-imran ayat 200 dan al-baqarah ayat 45
#kepada siapa saya harus berharap? jawabnya surat at-taubah ayat 129
#apa yang kita dapat dari semua ini? jawabnya surat at-taubah ayat 111

Kawan, ketahuilah ketika kita sedang membaca surat al-fatihah, ternyata kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT. Kita membaca "segala puji Tuhan semesta alam". Allah menjawab "hambaKu telah memujiKu". Kita membaca "Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Allah menjawab "hambaKu telah MenyayangiKu. Kita membaca "Raja yg menguasai hari pembalasan". Allah menjawab "HambaKu telah memuliakanKu. Kita membaca Hanya kepada Engkau lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau lah kami memohon pertolongan". Allah menjawab Ayat ini antara Aku dan hambaKu setengah-setengah, dan hambaKu berhak atas apa yang ia minta". Kita membaca "Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan yang orang yang Engkau beri nikmat. Bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan pula jalannya orang yangs esat". Allah menjawab "Itu semua untuk hambaKu dan hambaKu berhak atas apa yang ia minta.

setiap perkataan anak adam akan menjadi beban baginya kecuali amar makruf nahi munkar dan dzikrullah. (HR Tirmidzi)